Hidup Ini Indah (Part1) : Menghargai Pengalaman yang Tidak Hanya Berharga
Ada suatu benda yang sangat amat indah bak permata. Benda tersebut pasti sudah tidak lagi menjadi misteri bagi kehidupan kita sebagai seorang ciptaan. Benda tersebut adalah suatu pengalaman. Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini akan dimateraikan dengan yang yang namanya pengalaman. Ketika kita melewatkan satu menit tunggal saja dalam kehidupan kita, kita telah memberikan pengalaman yang tak terlupakan oleh orang lain, baik itu pengalaman yang berharga bak emas dalam tas ataupun pengalaman yang menyesakkan hati, bak kamar tidur yang tidak tersusun rapih. Suatu kejadian kecil bisa saja menjadi pengalaman yang sangat indah.
Dimulai dari pertemananku dengan seorang gadis remaja belia yang bisa disebut "Anak Einstein". Kami berdua baru menjadi saling kenal pada saat menduduki sekolah dasar kelas 4. Di awal aku menjalin pertemanan dengannya, semua sama saja, tidak ada yang berubah dalam hidupku. Kami berteman sampai kami menduduki kelas 6 SD. Semua berjalan sama, flat, tidak ada panas-dingin, naik-turun, ataupun stalakmit-stalaktit lainnya. Sampai akhirnya aku dan rekanku itu menjadi siswi salah satu SMP swasta di Bogor. Saat itu aku mulai mau menjadi remaja yang membuka diri terhadap orang lain. Dan akupun menjadi seorang yang sangat dekat dengannya a.k.a sahabatnya.
Banyak pengalaman kecil yang bisa diambil dari pertemananku dengan si "Anak Einstein" ini. Pertama, persahabatan itu last forever. FYI aja, hanya tinggal seminggu lagi waktuku untuk mempersiapkan segala sesuatnya, sebeluam sesuatu itu datang(UN). Walau hanya tinggal hitungan hari lagi aku bisa terus keep in touch dengan rekanku ini, tetapi seperti yang sudah tertera diatas bahwa persahabatan itu untuk selamanya. Kedua, kita tidak bisa asal saja menilai orang. Walau orang itu masih lebih buruk dibanding kita (dalam ukuran manusia), kita harus bisa melihat mereka tidak hanya dari keburukannya saja melainkan dari hal-hal yang lebih dalam kehidupannya. Tiga, tidak ada ciptaan Tuhan yang bodoh, semuanya itu pintar bahkan genius.
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan bagi kita untuk selalu menghargai kejadian-kejadian yang menghasilkan pengalaman kecil bahkan sepele itu.
Di post-anku selanjutnya, aku akan menceritakan sahabatku yang satu lagi. Sekian.

Komentar
Posting Komentar