Postingan

Wanita | impresi |

H+3 hari Kartini Kartini Perempuan bermartabat Perempuan anggun Perempuan berpendidikan Banyak perempuan jaman sekarang yang mungkin lupa sama perjuangan Kartini, supaya kita, perempuan, punya derajat yang sama dengan laki-laki. Peremuan juga bisa menjadi pemimpin, peremuan juga punya kesempatan untuk memulai suatu perubahan dalam diri. Mungkin, di era sekarang ini, dicinta lebih penting daripada dididik. Kala, perempuan dulu, sangat ingin belajar dan tak mementingkan hubungan percintaan mereka. Suatu hari, sudah lama sekali. Baru saja selesai ulangan matematika. Seorang anak, teman saya, berteriak dan bilang, "Aduh mau nikah aja!" Sontak kaget, tapi saya tetap diam. Saya ngerti, betapa susahnya ulangan hari itu.  Saya perempuan umur 16 tahun. Dan, mungkin saya harus jujur.  Kalau sebagian perempuan seumuran saya hanya mencari status 'in relationship with...' dibanding status 'mendapat nilai 100 karena jujur'. Saya apresiasi banget, perempu...

Memori Rindu | Tentang Kamu |

Aku rindu Kala jarimu mulai memetik dawai gitar itu Iya, kamu tampan sekali saat itu Tidak jarang kamu tersenyum  dan melihat kepadaku Dan, aku suka Aku rindu Ketika tiap hari aku selalu dengar sapaan manis darimu Andai kamu tahu kalau itu seaakan membuat hatiku meloncat kegirangan Aku yakin kamu tidak sadar Tapi, aku ingin terus disapa seperti itu Aku rindu Rindu untuk mengingat semua memori kita Eh maaf, bukan kita, tapi aku Aku yakin se-sederhana apapun itu Segalanya harus diabadikan Tapi, kenapa? Semua kupu-kupu yang indah hanya bisa singgah dan tak bisa tinggal? Sama halnya denganmu Kenapa hanya singgah? Tak seorangpun patut melanjutkan cerita kita Hanya kita yang mampu mengukirnya Akupun tak bisa mengukir cerita ini sendirian Karena, dulu kita ukir cerita ini  berdua Sepertinya aku memilih opsi yang salah Aku telah keliru untuk rindu.

Jerih

Gambar
           Seorang anak pernah menangis sejadi-jadinya, ketika ternyata orangtuanya belum membayar uang lesnya. Dia telpon mamanya lalu bicara terus menangis. Katanya dia malu, yang lain sudah dapat buku les baru sementara dia belum dapat. Dia pikir orangtuanya lepas tangan akan dirinya. Saat itu yang anak itu pikir cuman terkait malu dan takutnya.            Ingat gak ma, anak itu yang telpon mama terus menangis karena uang les nya belum dibayar. Percaya gak percaya ma, sampai sekarang anak itu masih merasa bodoh dengan kelakuannya itu. Masakan hanya karena uang les yang belum dibayar, dia malu. Padahal anak itu udah tau kalau nanti malam, mamanya bakal bayar uang les nya. Mungkin sekitar 10 menit kali ya, anak itu nangis terus.           Memang sih, dulu anak itu belum ngerti gimana susahnya orangtua cari uang, banting tulang. Sekarang anak itu baru sadar, kalau cari uang susah, bukan berarti kal...

Hidup Ini Indah (Part 4): Keluarga Baru

Gambar
          Haduh... Lucu ya, sekian lama ga ngepost tulisan baru, sekarang udah punya keluarga baru aja. Panique sedunia . Eh..eh..eh, maksudnya udah punya keluarga baru di sekolah kok . Nama keluarga baruku   MEGATR1! , maksudnya megatrone. Kenapa namanya Megatrone? Soalnya kita itu sama-sama duduk di kelas MIPA  1. Iya, terus.. Kenapa Megatrone? Karena, kita juga mengambil filosofi dari peran Megatron di film Transformers. Kenapa megatron, kan dia jahat? Karena dari kejahatan yang dia buat itu, si Megatron ini membantu orang-orang yang kesusahan. Jadi, dari Filosofi ini, kami sekelas berharap dapat membagikan kebahagiaan kepada orang-orang disekitar kita, khususnya guru .           Sudah cukup berbicara mengenai filosofi. Sekarang gue pingin ngomongin pengalaman-pengalaman yang udah terjadi selama setengah tahun bersama MEGATR1! Sebetulnya udah banyak banget. Mulai dari pertama masuk kelas, rasanya aneh banget. Tapi ma...

Hidup Ini Indah (Part 3): Thanks God, It Was Over

Gambar
Sudah lama rasanya tidak berbagi cerita dan pengalaman di blog ini. Alasannya lumayan banyak, pertama, karena disibukkan dengan yang namanya 'UN', kedua, terlalu menikmati liburan panjang, dan akhirnya malas untuk memperbaharui blog ini. Saat ini, aku mau berbagi cerita kehidupan tentang bagaimana perjalanan studiku yang berkobar ataupun yang menangis dari pertama kali masuk kelas 3 SMP dan akhirnya sudah akan berpindah satu step kedepan yaitu beranjak ke SMA yang katanya masa-masa paling indah dalam kehidupan remaja ini. Kira-kira bulan 7 tahun 2014, aku dipercayakan para pengajarku untuk naik dan menimba lebih banyak dan lebih luas lagi ilmu di kelas 9C yang katanya kelas unggulan. Saat sudah ingin beranjak satu step kedepan, ada dua sisi perasaan yang menyelubungiku. Pertama, pastinya senang. Siapa yang tidak senang jika dia naik kelas dan akhirnya menjadi seorang 'Kakak Kelas Sesungguhnya' di sekolah itu. Kedua, sedih juga. Dengan alasan, kita menapaki kelas 3 S...

Hidup Ini Indah (Part 2): 1 in 2, Rekanku

Gambar
Senang rasanya punya  feeling yang berbeda dibanding feeling orang lain.Ketika kita punya teman yang penampilannya, pakaiannya, dan semua yang mereka pakai sama, pasti kita kira mereka saudara atau sahabat sehati sejiwa yang berteman dari kecil bahkan dari bayi. Tapi temanku ini, mereka adalah anak kembar yang keluar dari rahim ibunya pada tanggal 17 Maret 2000, mereka hanya berbeda beberapa menit saat dilahirkan. Sebetulnya dari kami duduk di kelas 1 SD sampai kelas 3 SD kami sudah mengenal satu sama lain, di gereja maupun di sekolah. Ketika kami di gereja kami akrab sekali, tapi kalau sudah di sekolah kami kurang dekat karena perbedaan kelas. Barulah ketika kelas 4 SD kami berada di dalam satu kelas, dan kami mulai dekat dan akhirnya bersahabat. Dulu, sahabat kembarku ini dapat dibedakan lewat tai lalat milik adiknya, sampai pada akhirnya kelas 6 SD dia mengoperasi tai lalatnya karena tai lalatnya yang tumbuh dan bahaya. Karena dioperasinya tai lalat itu tidak ada lagi pe...

Hidup Ini Indah (Part1) : Menghargai Pengalaman yang Tidak Hanya Berharga

Gambar
Ada suatu benda yang sangat amat indah bak permata. Benda tersebut pasti sudah tidak lagi menjadi misteri bagi kehidupan kita sebagai seorang ciptaan. Benda tersebut adalah suatu pengalaman. Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini akan dimateraikan dengan yang yang namanya pengalaman. Ketika kita melewatkan satu menit tunggal saja dalam kehidupan kita, kita telah memberikan pengalaman yang tak terlupakan oleh orang lain, baik itu pengalaman yang berharga bak emas dalam tas ataupun pengalaman yang menyesakkan hati, bak kamar tidur yang tidak tersusun rapih. Suatu kejadian kecil bisa saja menjadi pengalaman yang sangat indah. Dimulai dari pertemananku dengan seorang gadis remaja belia yang bisa disebut "Anak Einstein". Kami berdua baru menjadi saling kenal pada saat menduduki sekolah dasar kelas 4. Di awal aku menjalin pertemanan dengannya, semua sama saja, tidak ada yang berubah dalam hidupku. Kami berteman sampai kami menduduki kelas 6 SD. Semua berjalan sama, flat, ...